Waspada!!! Penyakit Menyerupai Flu (H3N2): Simak Penjelasanya

NASIONAL NEWS
Bagikan Berita ini

Lintasnusantaranews – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat menemukan 10 pasien di wilayahnya positif terinfeksi super flu atau H3N2 subclade K setelah menjalani pemeriksaan whole genome sequencing. Temuan ini merupakan bagian dari data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan. Meski istilah super flu mulai ramai diperbincangkan, IDI Jabar menyebutkan bahwa data tersebut bukan hasil surveilans internal organisasi. Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memantau perkembangan kasus mutasi virus influenza ini di lapangan.

“Kalau data yang saya dapatkan sih di Jawa Barat itu ada 10 pasien yang diperiksa dan ternyata positif dari pemeriksaan whole genome sequencing,” kata Ketua IDI Jabar dr. Moh. Luthfi saat dihubungi, Jumat (2/1/2026).

Gejala Menyerupai Flu Biasa Terkait sebaran wilayah 10 kasus tersebut, Luthfi mengaku belum memiliki data rinci karena kewenangan survei epidemiologi sepenuhnya berada di Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatan. Ia menjelaskan bahwa istilah super flu sejatinya tidak dikenal secara formal dalam dunia medis.

Penyakit yang dimaksud masuk dalam kelompok besar influenza like illness (ILI), yakni penyakit dengan gejala yang menyerupai flu pada umumnya. Menurut Luthfi, kondisi ILI ini dapat disebabkan oleh berbagai jenis virus, tidak terbatas pada virus influenza saja. “Nah, ini bisa disebabkan oleh virus influenza sendiri atau virus lain ya, seperti rinovirus atau para influenza atau virus-virus yang lainnya,” terang Luthfi.

Mutasi H3N2 yang Lebih Cepat Menular Luthfi menambahkan, virus influenza yang umum dikenal terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni H1N1 dan H3N2. Di Indonesia, tipe H3N2 menjadi penyebab yang paling sering ditemukan pada kasus-kasus gangguan pernapasan ringan. Varian subclade K yang ditemukan saat ini memang merupakan mutasi dari H3N2, namun karakteristiknya dinilai tidak mengalami perubahan ekstrem dibandingkan tipe pendahulunya. IDI Jabar meminta masyarakat tidak perlu panik berlebihan karena tingkat bahayanya jauh di bawah pandemi Covid-19.

“Jadi sebetulnya H3N2 ini kan umum ya sebagai penyebab influenza dan tipe yang baru ini yang subclade K ini memang mutasi dari H3N2 tapi juga tidak lebih ekstrim gitu ya perubahannya ya hampir sama dengan virus yang lain,” terangnya. Meski penularannya relatif lebih cepat, penyakit ini tetap dikategorikan sebagai flu biasa. Luthfi mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga daya tahan tubuh namun tidak perlu merasa khawatir secara berlebihan. “Virus flu biasa saja sih sebetulnya. Tidak terlalu perlu dikhawatirkan seperti Covid gitu ya, berbeda sekali jenisnya. Dari sisi apakah bahaya atau tidak hampir sama dengan virus-virus lainnya. Hanya memang lebih cepat menular,” ujar Luthfi.

Sumber: Kompas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *